Produk utama kami: silikon amino, silikon blok, silikon hidrofilik, semua emulsi silikonnya, peningkat ketahanan gosok basah, anti air (Bebas fluor, Karbon 6, Karbon 8), bahan kimia pencuci demin (ABS, Enzim, Pelindung spandeks, Penghilang mangan),Negara ekspor utama: India, Pakistan, Bangladesh, Turki, Indonesia, Uzbekistan, dll.
★ Efek pembasahan
Ketika zat padat bersentuhan dengan zat cair, antarmuka padat/gas dan cair/gas yang semula menghilang dan terbentuklah antarmuka padat/cair yang baru, yang disebut pembasahan. Serat tekstil merupakan material berpori dengan luas permukaan yang sangat besar. Ketika larutan menyebar di sepanjang serat, larutan tersebut memasuki celah-celah di antara serat dan mendorong udara keluar, mengubah antarmuka udara/serat semula menjadi antarmuka cair/serat, yang merupakan proses pembasahan yang umum; Larutan juga akan memasuki bagian dalam serat, yang disebut permeasi. Surfaktan yang memfasilitasi pembasahan dan permeasi disebut agen pembasah dan agen permeasi.
★ Efek emulsifikasi
Karena tegangan permukaan minyak yang tinggi dalam air, ketika minyak diteteskan ke dalam air dan diaduk dengan kuat, minyak akan hancur menjadi butiran-butiran halus dan bercampur satu sama lain membentuk emulsi. Namun, pengadukan dihentikan dan lapisan-lapisan minyak akan kembali terbentuk. Jika surfaktan ditambahkan dan diaduk dengan kuat, tetapi tidak mudah terpisah dalam waktu lama setelah dihentikan, maka ini disebut emulsifikasi. Hal ini disebabkan oleh sifat hidrofobisitas minyak yang dikelilingi oleh gugus hidrofilik dari zat aktif, sehingga membentuk daya tarik terarah dan mengurangi kerja yang diperlukan untuk dispersi minyak dalam air, sehingga menghasilkan emulsifikasi minyak yang baik.
★ Fungsi pencucian dan penghilangan noda
Karena efek pengemulsi dari surfaktan, partikel minyak dan kotoran yang terpisah dari permukaan padat dapat diemulsi dan didispersikan secara stabil dalam larutan berair, dan tidak lagi mengendap pada permukaan yang dibersihkan untuk membentuk polusi ulang.
★ Efek dispersi suspensi
Proses pendispersian zat padat tak larut ke dalam larutan sebagai partikel-partikel kecil untuk membentuk suspensi disebut dispersi. Surfaktan yang meningkatkan dispersi padat dan membentuk suspensi yang stabil disebut dispersan. Faktanya, sulit untuk membedakan apakah minyak semi-padat teremulsi atau terdispersi dalam larutan selama proses emulsifikasi dan dispersi, dan pengemulsi serta dispersan biasanya merupakan zat yang sama. Oleh karena itu, dalam praktiknya, keduanya digabungkan dan disebut sebagai dispersan pengemulsi.
★ Efek pelarutan
Solubilisasi mengacu pada efek surfaktan dalam meningkatkan kelarutan zat yang tidak larut atau sukar larut dalam air. Misalnya, kelarutan benzena dalam air adalah 0,09% (fraksi volume). Jika surfaktan (seperti natrium oleat) ditambahkan, kelarutan benzena dapat ditingkatkan hingga 10%.
Efek solubilisasi tidak terlepas dari misel yang terbentuk oleh surfaktan dalam air. Misel adalah misel yang terbentuk oleh interaksi hidrofobik antara rantai karbon dan hidrogen dalam molekul surfaktan dalam larutan air. Bagian dalam misel sebenarnya adalah hidrokarbon cair, sehingga zat terlarut organik non-polar seperti benzena dan minyak mineral yang tidak larut dalam air lebih mudah larut dalam misel. Fenomena solubilisasi adalah proses misel melarutkan zat lipofilik, yang merupakan aksi khusus surfaktan. Oleh karena itu, solubilisasi hanya dapat terjadi ketika konsentrasi surfaktan dalam larutan berada di atas konsentrasi misel kritis, yaitu ketika terdapat lebih banyak misel besar dalam larutan. Selain itu, semakin besar volume misel, semakin besar pula jumlah solubilisasinya.
Solubilisasi berbeda dengan emulsifikasi. Emulsifikasi adalah sistem multifase yang terputus-putus dan tidak stabil yang diperoleh dengan mendispersikan fase cair ke dalam air (atau fase cair lainnya), sementara solubilisasi menghasilkan sistem stabil homogen satu fase di mana larutan pelarut dan zat terlarut berada dalam fase yang sama. Terkadang surfaktan yang sama memiliki efek pengemulsi dan solubilisasi, tetapi efek solubilisasi hanya terjadi ketika konsentrasinya di atas konsentrasi misel kritis.
★ Lembut dan halus
Molekul surfaktan yang berorientasi dan tersusun pada permukaan kain dapat mengurangi koefisien gesek statis relatif kain. Surfaktan non-ionik seperti poliol alkil linier polioksietilena eter dan polioksietilena eter asam lemak alkil linier, serta berbagai surfaktan kationik, semuanya memiliki efek mengurangi koefisien gesek statis kain, sehingga cocok sebagai pelembut kain. Surfaktan dengan gugus alkil atau aromatik bercabang tidak dapat membentuk susunan arah yang rapi pada permukaan kain, sehingga tidak cocok digunakan sebagai pelembut.
#Produsen kimia#
#Bahan pembantu tekstil#
#Kimia Tekstil#
#pelembut silikon#
#produsen silikon#
Waktu posting: 30-Okt-2024
